Cerita Sebelku
Bertanya Kepada Rumput Yang Bergoyang
Jawabanya ada 2 iya dan tidak.
"Teruskan saja kau meremehkan aku!" - kataku berteriak, "Jika itu maumu, pergilah!" - kata seorang petuah dipinggir jalan. Dan sesampainya dirumah akan terus beragumen tidak terkendali.
Berfikir tanpa henti hingga membuatku sangat mual dan depresi, lagi-lagi aku terhasut oleh pikiranku sendiri hingga enggan merasakan dunia nyata.
Yang terlitas dipikiranku hanya 1 satu pertanyaan "Kenapa?" iya kenpa sampai saat ini aku masih belum menemukan jawaban yang pasti, selama aku masih bisa berjalan dengan kakiku sendiri dan berserah, apa iya Sang Pencipta akan duduk diam dan melihat? - sambil berjalan menyusuri hutan berduri setelah beragrumen sangat panjang kepada petuah itu.
Komentar
Posting Komentar